ETS - KPPL

Nama  : Ahmad Hafiz Mahardika

NRP    : 5025201196

Kelas   : Konsep Pengembangan Perangkat Lunak (E)


ETS KPPL

1. Perangkat lunak menjadi lebih kompleks seiring dengan pengembangannya karena :

Seiring dengan perkembangan suatu perangkat lunak, sering kali ada fitur baru yang ditambahkan untuk memenuhi kebutuhan pengguna/klien.
Teknologi yang terus berkembang juga termasuk salah satu faktor karena adopsi teknologi baru pada suatu perangkat lunak membutuhkan pembelajaran dan tantangan teknis.

2. Software reusability adalah penggunaan komponen dari projek sebelumnya/saat ini untuk bisa dipakai di projek berikutnya. Hal ini penting dalam pengembangan karena dapat meningkatkan efisiensi projek dan mengurangi duplikasi pekerjaan.

3. Pengujian perangkat lunak dalam SDLC berperan untuk memastikan agar perangkat lunak dapat berjalan sesuai kebutuhan yang telah ditentukan dan mengidentifikasi kesalahan untuk diperbaiki. Contoh jenis pengujian :
  • Pengujian fungsional : Pengujian yang berfokus pada fungsi dan fitur dari perangkat lunak telah sesuai dengan kebutuhan atau tidak.
  • Pengujian non-fungsional : Pengujian yang berfokus pada aspek-aspek dari perangkat lunak seperti kinerja, keamanan, dan lain-lain.
4.  Sebutkan dan jelaskan tiga komponen utama dari struktur proses perangkat lunak Framework Activities, Umbrella Activities, dan Task Set.

  • Framework Activities :
    Proses/tahapan dalam pengembangan perangkat lunak. Beberapa dari framework activities :
    • Communication : Berkomunikasi dengan client/stakeholder untuk mengidentifikasi kebutuhan dan tujuan dari perangkat lunak yang akan dikembangkan.
    • Planning : Tahap untuk membuat sebuah panduan pengembangan perangkat lunak seperti jadwal, tugas-tugas yang harus dilakukan, sumber daya yang dibutuhkan, dan lain-lain.
    • Construction : Tahap membangun perangkat lunak yang telah direncanakan. Tahapan/aktivitas ini meliputi code generation dan software testing.
  • Umbrella Activities : 
    Umbrella activities membantu tim pengembang untuk mengelola progress, kualitas, perubahan, dan resiko.
    • Risk Management : Mengidentifikasi resiko yang mungkin mempengaruhi output dari projek dan kualitas produk.
    • Software quality assurance : Mengidentifikasi dan melakukan aktivitas yang dibutuhkan untuk memastikan kualitas produk.
    • Technical Reviews : Menilai perangkat lunak yang sedang dikembang untuk menemukan error sebelum melakukan langkah pengembangan selanjutnya.
  • Task Set
    Task set adalah kumpulan tugas/pekerjaan yang harus dilakukan untuk menyelesaikan sebuah tujuan dalam pengembangan perangkat lunak. Contoh :
    Dalam pengumpulan kebutuhan perlu melakukan :
    • Bertemu dengan stakeholder
    • Menanyakan kebutuhan-kebuthan perangkat lunak
    • dll.
5. Bagaimana manajemen konflik dapat berperan dalam keberhasilan tim rekayasa perangkat lunak, dan sebutkan dua teknik untuk menangani konflik dalam tim pengembangan.

Karena pengembangan perangkat biasanya membutuhkan tim, maka konflik bisa terjadi antar anggota tim. Maka dibutuhkan manajemen konflik untuk mengatur dan mencegah konflik agar tidak menghambat proses pengembangan dan merusak dinamika tim. Teknik dalam menangani konflik :
  • Negosiasi dan mediasi
  • Pendekatan kolaboratif
6. Sebuah perusahaan startup teknologi ingin mengembangkan aplikasi e-commerce yang akan digunakan oleh jutaan pengguna diseluruh dunia. Mereka memiliki tim pengembang kecil yang berpengalaman, namun tidak memiliki pengalaman dalam membangun aplikasi berskala besar. Jelaskan tantangan yang dihadapi startup tersebut terkait dengan sifat perangkat lunak (Nature of Software) yang berkembang secara terus-menerus. Bagaimana mereka harus mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan-tantangan ini ?

Beberapa tantangan yang akan dihadapi :
  • Skalabilitas : Aplikasi harus mampu menangani peningkatan jumlah pengguna dan data tanpa kinerja yang menurun.
  • Keamanan: Melindungi data pengguna dari ancaman cyber sangat penting, dan seringkali membutuhkan sistem keamanan yang canggih.
  • Reliabilitas: Aplikasi harus tetap berfungsi dengan baik dan tersedia secara konsisten untuk pengguna di seluruh dunia.
  • Kompleksitas Sistem
  • Manajemen Kode: Dengan bertambahnya fitur dan perbaikan bug, menjaga kode tetap terorganisir dan mudah dikelola menjadi sangat penting.
Untuk mengatasinya startup tersebut perlu melakukan pelatihan dan planning projek yang lebih mendalam untuk meminimalisasi kesalahan.

Comments

Popular posts from this blog

Tugas 6 - KPPL

Tugas 11 - KPPL

Tugas 10 - KPPL